
Jakarta–,Pada Kesempatan kali ini perwakilan dari Hidayah Indonesia Mengunjungi Nasdem Tower.Hidayah Indonesia mengunjungi Nasdem Tower dalam rangka diskusi yang berjudul.”Diskusi Film Dokumenter Roehana Koeddoes:Cahaya dari Minang”.
Pada forum diskusi kali ini,Acara dimulai oleh MC yang dilanjut dengan pemutaran Film Dokumenter Roehana Koeddoes.
Lalu dilanjut dengan Diskusi dengan Narasumber.
Diskusi Roehana Koeddoes dengan Guru Besar Sejarah FIB Universitas Andalas
Ibu Yenny,guru Universitas Andalas menjelaskan alasan Roehana Koeddoes tidak seterkenal Pahlawan Nasional lainnya.
Beliau membuka dengan Ungkapan Dan Brown.Penulis buku The Da Vinci Code.Ungkapan terkenal itu adalah “Sejarah ditulis oleh pemenang”.
Beliau memaparkan bahwa di masa itu,pria mendominasi pergerakan media dan jurnalis.Selanjutnya,beliau memuji sutradara yang telah membuat film dokumenter Roehana Koddoes.
Karena dengan perannya,Roehana Koddoes dikenal oleh masyarakat umum.Karena selama ini hanya sejarahwan yang mengenali sosok Roehana Koddoes.
Sang sutradara telah menggerakkan sejarah kolektif dengan keluarga,kerabat dan sahabat dekat Roehana Koddoes.Beliau menunjukkan keprihatinan karena peran Roehana Koddoes dalam bidang Sosial tidak dikenali.

Diskusi Roehana Koddoes dengan Pemimpin Umum Multatuli Project
Ibu Evi Mariani melengkapi Penjelasan Ibu Yenny.Beliau memberikan keprihatinan dengan sedikitnya narasumber wanita.Lalu memberikan bukti yang mendukung data beliau.
Tempo Institute sempat merilis jumlah narasumber wanita yang mencapai 11%.Dari persenan tersebut,kita dapat melihat sedikitnya wanita yang menjadi narasumber.
Beliau mengungkapkan kekagumannya pada Roehana Koeddoes.Dalam penjabarannya,Roehana Koeddoes adalah perempuan yang hebat.
Karena Roehana Koeddoes telah memilih jalan sunyi,dan menulis dengan keinginan menyampaikan Aspirasinya.Hal ini bisa kita lihat ketika beliau menulis dan mendirikan Soenting Melajoe.
Beliau memaparkan alasan Roehana Koeddoes untuk menulis.Dulu Roehana melihat kondisi perempuan yang terpinggirkan saat itu.Beliau melihat para lelaki pergi untuk menjadi terpelajar.
Sedangkan kaum perempuan saat itu hanya ditinggalkan,tidak mendapatkan pendidikan dan tidak mendapatkan perhatian terhadap pendidikan.

Diskusi dengan Bapak Hasril Chaniago
Disini beliau menjelaskan biografi kehidupan Roehana Koeddoes dengan lengkap.Beliau mengisahkan bahwa kualitas kepemimpinan Roehana Koeddoes lebih modern pada masanya.
Hal ini dikarenakan Roehana telah bergerak di berbagai bidang.Pada 1900 an beliau mendirikan tempat belajar non informal.
Di tempat sederhana,Beliau mengajarkan membaca,menulis,dan membaca Al Qur’an.Lalu beliau juga mengajarkan berbagai kerajinan tangan,dan kemampuan hidup mandiri.
Beliau menceritakan juga perjuangan Roehana Koeddoes dalam mendirikan Amai Setia.Amai Setia adalah Rumah kerajinan yang dibangun oleh Roehana Koeddoes.

Roehana Koeddoes membangun rumah tersebut sebagai sarana kreatifitas perempuan Minang pada masa itu.Dengan ini Roehana Koeddoes membangun kemandirian perempuan.
Beliau menjual produk-produk Amai Setia,dan memutar proses serta membagi keuntungan.Dengan demikian beliau terlibat dalam memajukan perekonomian masyarakat.
Lalu Bapak Hasril Chaniago menceritakan tentang fitnah terhadap Roehana Koeddoes.Beberapa oknum menuduh Roehana Koeddoes menggelapkan uang hasil lotre.
Setelah melewati persidangan,Hakim menyatakan bahwa Roehana Koeddoes tidak bersalah.Beliau dibebaskan,dan dipulihkan nama baiknya.
Roehana dinyatakan tidak bersalah karena pembukuan catatan yang beliau lakukan.Selanjutnya beliau memutuskan pindah ke bukittinggi.
Beliau juga menolak untuk kembali menjabat di Amai Setia,dan memutuskan untuk mendirikan Roehana School (1915).Dan beliau masih memimpin Sunting Melayu meski telah pindah ke bukittinggi.

Kesimpulan
Roehana Koeddoes adalah perempuan hebat pada masanya.Beliau tak hanya sekedar wartawati pertama Indonesia.Tetapi juga memajukan perekonomian dengan pendirian Amai Setia dan Roehana School.
Menurut Beliau “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik.”
Beliau ingin Wanita tidak hanya sehat Jasmani dan Rohani,tetapi menjadi perempuan bermartabat dan taat beribadah.Beliau juga ingin wanita mampu melakukan kemandirian Ekonomi.
Tujuannya agar para wanita tidak hanya mampu membaca dan menulis tetapi juga memiliki keterampilan untuk membantu perekonomian keluarga.
Dengan kata lain,Beliau adalah Sosok perempuan multitalenta.Beliau tidak hanya wartawati pertama Indonesia tetapi juga pemdidik dan juga pembisnis.
Roehana Koeddoes adalah seorang visioner pragmatis. Ia tidak hanya bermimpi melihat perempuan maju, tetapi ia membangun infrastrukturnya,baik melalui sekolah fisik maupun sekolah pemikiran lewat tulisan. Atas jasanya ini, penetapan beliau sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2019 merupakan pengakuan atas dedikasinya yang tak lekang oleh zaman.
https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3029308
https://perpustakaan.komnasperempuan.go.id/web/index.php?p=show_detail&id=9539