
JAKARTA— Pada tanggal 15 April 2026, MUI menggelar Acara Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia.Dengan judul Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia.Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Para Tamu disuguhkan dengan penampilan dari VocaFarabi selama beberapa menit sebagai sambutan.
Tidak lama kemudian kedua MC membuka acara lalu menyebutkan satu persatu Tamu-Tamu Terhormat.
Jajaran Tamu yang hadir dimulai dari Ketua MPR,K.H Ahmad Muzani,Ketua dan Wakil DPD RI,
dan tentu saja, Para Tamu Terhormat Para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
Lalu Para Tamu Terhormat dari beberapa negara -negara sahabat yang hadir dalam acara tersebut.
Yaitu Dubes Palestina,Dubes Kuwait,Dubes Arab Saudi,Dubes Yaman,Dubes Bahrain,Dubes Turki,Dubes Qatar,Dubes Malaysia,Dubes Oman,Dubes Singapura,Dubes Afghanistan,Dubes Uni Emirat Arab,Dubes Mesir,dan Dubes Iran.
Lalu kehadiran Jendral TNI Agus Subiyanto,Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo.Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
.Setelah itu acara berlanjut dengan naiknya K.H Zaitun Rasmin ke panggung untuk memberikan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara dan Silaturahmi Ormas Islam dan Halal biHalal Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pembacaan 10 Taujihad Majelis Ulama Indonesia
Wakil Ketua Umum dan Sekjen MUI yaitu K.H Zainu Tauhid Sa’adi dan K.H Cholil Nafis maju kedepan.
Dan Diikuti oleh wakil Sepuluh Ormas Islam Pendiri MUI
Sepuluh Ormas pendiri MUI yaitu Ormas Nahdlatul Ulama,dan Ormas Muhammadiyah.Lalu ada Ormas Persatuan Tarbiyah Islam,Al Jami’atul Washliyah,dan Mathlaul Anwar.
Tak lupa dengan Ormas Gabungan Usaha Pembaharuan dan Pendidikan Islam,Ormas Pendidikan Tinggi Dakwah Islam,Dewan Masjid Dakwah Indonesia Serta Al Ittihadiah
Setelah Sepuluh Ormas Pendiri Syarikat Islam maju kedepan.Buya Dr. Amirsyah Tambunan pun memberi kata sambutan di awal.
Dan beliau memandu Para Wakil Sepuluh Pendiri Ormas MUI untuk membacakan Sepuluh Taujihat MUI.
Sepuluh Taujihat Tersebut berjudul Bersatu dalam Ukhuwah untuk Kedamaian dan Perdamaian Dunia.
Dengan Hikmat Buya Dr. Amirsyah Tambunan membacakan 10 Taujihat MUI tersebut.
Butir-Butir Taujihad Majelis Ulama Indonesia
10 TAUJIHAD MAJELIS ULAMA INDONESIA
- Bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab Mas’uliyah Insaniyyah dalam menegakkan keadilan dan memberantas kedzaliman.Sebagai salah satu wujud nyata pengamalan ajaran agama.
- Bahwa ukhuwah kebangsaan ukhuwah wathoniyyah menjadi kekuatan bersama umat manusia di seluruh dunia sebagai ikatan dan dasar dalam ikhtiar dalam mewujudkan kemerdekaan sejati,keadilan bersama,persahabatan abadi,dan perdamaian dunia.
- Tindakan kesewenang-wenangan dan kedzaliman oleh suatu atau beberapa negara terhadap negara lain yang merdeka dan berdaulat.
- Bahwa kami mengutuk keras tindakan agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Negara Iran,Lebanon dan Palestina.
- Bahwa perundingan damai adalah jalan terbaik untuk menghentikan agresi militer dan perang.
- Bahwa Bangsa Palestina memiliki hak konstitusional dan hak historis yang sangat kuat untuk merdeka dan berdaulat.
- Bahwa untuk terwujudnya tatanan dunia yang demokratis dan berkeadilan di dalam PBB.Maka menjadi keputusan mendesak bagi kita untuk melakukan reformasi fundamental di dalam tubuh PBB.
- Bahwa saat ini terdapat tekanan dan ancaman negara superpower yang terus melancarkan perang. Dan Ingin menguasai sumber daya energi terhadap negara-negara lain.
- Bahwa organisasi Internasional memiliki peran strategis seperti PBB,BRICS dan Lain-lain.untuk meningkatkan komitmen persatuan dan kebersamaan dalam memperjuangkan kedaulatan negara Masing-masing.
- Mengharapkan kepada pemerintah Republik Indonesia agar terus menjalankan politik bebas aktif dan gerakan non blok dalam upaya penegakan keadilan dan mewujudkan perdamaian dunia.
Penyerahan dan Penandatangan Naskah 10 Taujihad MUI
Lalu dilanjutkan dengan penandatangan sepuluh Taujihad MUI tersebut.Lalu menyerahkan Naskah sepuluh Taujihad MUI tersebut.
K.H Anwar Iskandar menyerahkan Naskah tersebut kepada Ketua MPR,Menteri Agama Republik Indonesia.Lalu kepada Dubes Negara Sahabat.
Sambutan Menteri Agama dan Pembacaan Puisi
MC Melanjutkan acara lalu mempersilahkan Menteri Agama K.H Nasaruddin Umar untuk memberikan Sambutan. Beliau menekankan betapa pentingnya konsep Ukhuwah.
Beliau mengatakan bahwa “Disinilah ukhuwah akan tumbuh. Bukan hanya ukhuwah Islamnya, tapi juga ukhuwah wathaniyah. Bahkan juga ukhuwah makhlukiyyah, sama-sama makhluk termasuk alam semesta.”
Hal ini menunjukkan seberapa Krusial Konsep Ukhuwah dalam kehidupan kita.

Setelah Menteri Agama menyelesaikan kata sambutan,Acara berlanjut dengan Vocafarabi yang menampilkan Nasyid.Lalu Dilanjut dengan Puisi oleh Habiburrahman Al Shirazy.
Kang Abik membacakan puisi dengan penuh penghayatan.Terdapat sebuah penggalan puisi yang sangat menggetarkan.
Dengan Suara lantang,beliau mengucapkan
“Ya Allah, mana keadilanmu? Mana kasih sayangmu? Bukankah kami orang-orang Gaza setia ruku’ dan sujud kepadamu? Setia berpegang pada sunnah nabimu? Kenapa kau biarkan durjana-durjana itu membantai kami?”
Lalu dilanjut dengan Puisi oleh Nutaila Anwar.Beliau membacakan puisi dengan penuh penghayatan.Beliau membacakan bagian yang penuh sarat pelajaran.

“”Cordoba runtuh bukan karena musuh yang perkasa, Tapi karena pertikaian dan pengkhianatan sesama saudara. Ketika umat tidak lagi rukuh dalam tasbih yang sama.”
“Jangan biarkan Fajar Andalusia padam untuk kali kedua. Kembali kibarkan panji-panji kejayaan Islam. Rahmat bagi seluruh alam”
Pesan dari K.H Anwar Iskandar,Ketua Umum MUI
Tak lama M.C mempersilahkan K.H Anwar Iskandar untuk memberikan pesan kepada khalayak hadirin.
Beliau memberikan beberapa pesan sebagai berikut:
- “Kita ingin mengirimkan sebuah pesan, betapa pentingnya persatuan, betapa pentingnya keadilan, betapa pentingnya perdamaian dalam hidup di dunia ini. Manusia butuh kita ini, butuh sehebat apapun kita, sekaya apapun kita, sedahsyat apapun kita, kita butuh persatuan itu, kita butuh keadilan itu, kita butuh perdamaian itu dalam kehidupan.”
- Nilai-Nilai Universal Islam: “Islam mengajarkan bukan hanya hal-hal yang bersifat transendental atau habluminallah, tetapi juga mengajarkan hal-hal yang bersifat universal.”
- Pesan tentang Kehidupan Damai: “Hakikatnya kita semuanya ini dari satu nutfah saja, namanya Adam. Dan Adam itu dari tanah, oleh karena itu perdamailah, hiduplah dalam damai. Karena damai itu kebutuhan kita, bersatu itu adalah kebutuhan kita.”
- Lima Prinsip Keemasan: “Ada lima prinsip yang diajarkan oleh As-Salafus Shalih kepada kita. Yang pertama, At-Tahabbun, kita harus saling menyayangi. Yang kedua, At-Ta’awun, saling tolong-menolong. Yang ketiga, At-Tasyawur, saling bermusyawarah. Yang keempat, At-Ta’afu, saling memberi maaf. Dan yang kelima, At-Tanasuh, saling menasihati.”
- Solidaritas dengan Palestina: “Solidaritas kita tidak akan pernah padam terhadap perjuangan teman-teman kita di Palestina. Maka, marilah dengan ikhlas hati, jangan malu-malu pakai sorban ini, walaupun salah aturan nanti kita lepas. Ini sebagai wujud dan bukti, apa yang sakit dirasakan oleh bangsa Palestina, adalah sakit juga di dada kita bangsa Indonesia.”
- Pesimis vs Optimis: “Tidak usah cengeng, jangan pesimis, jangan pesimis. Kita akan terus doakan kepada bangsa Palestina dan orang-orang Gaza. Pada saatnya pertolongan Allah akan datang kepada mereka. Percayalah!”
Penutupan Acara
Sebelum Penutupan Acara,MC mempersilahkan Buya Dr. Gusrizal Gazahar untuk memimpin doa.Suasana menjadi penuh hikmat.Ketika Buya Dr. Gusrizal Gazahar membacakan Doa-doa.Setelah itu semua bersalam-salaman saling meminta maaf dan menguatkan tali silaturahmi.Dan acara ditutup oleh MC dengan foto bersama.