Makna Tauhid dalam Tafsir: Mengesakan Allah Tanpa Perantara

Share for Jariah

Tauhid dalam Tafsir

Tauhid adalah mengesakan Allah dan meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb semesta alam yang berhak untuk disembah.

Tauhid berfungsi untuk:

  1. Memperjelas dan menyingkap makna pengesaan Allah.
  2. Menegaskan bahwa seluruh ciptaan tunduk kepada Allah semata.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا‏ ٥٧

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

Q.S Al Isra:57

Kaum musyrikin berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan perantara (wasilah), yaitu berupa berhala-berhala.

Macam-Macam Penciptaan

Penciptaan terbagi menjadi tiga macam:

  1. خلق: menciptakan dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada.
  2. جعل: menjadikan atau membuat sesuatu dari bahan yang sudah ada.
  3. فطر: menciptakan dari ketiadaan menjadi ada sekaligus mengaturnya.

Makna Syahadat

Syahadat lā ilāha illallāh bermakna meniadakan seluruh sesembahan selain Allah dan menetapkan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Syahadat juga mengandung persaksian bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah.

Pengertian Tauhid dan Pembagiannya dalam Islam – DalamIslam.com

Tauhid Adalah Aqidah Bawaan Manusia | Almanhaj

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top