
Tauhid dalam Tafsir
Tauhid adalah mengesakan Allah dan meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb semesta alam yang berhak untuk disembah.
Tauhid berfungsi untuk:
- Memperjelas dan menyingkap makna pengesaan Allah.
- Menegaskan bahwa seluruh ciptaan tunduk kepada Allah semata.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا ٥٧
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
Q.S Al Isra:57

Kaum musyrikin berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan perantara (wasilah), yaitu berupa berhala-berhala.
Macam-Macam Penciptaan
Penciptaan terbagi menjadi tiga macam:
- خلق: menciptakan dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada.
- جعل: menjadikan atau membuat sesuatu dari bahan yang sudah ada.
- فطر: menciptakan dari ketiadaan menjadi ada sekaligus mengaturnya.
Makna Syahadat
Syahadat lā ilāha illallāh bermakna meniadakan seluruh sesembahan selain Allah dan menetapkan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Syahadat juga mengandung persaksian bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah.

Pengertian Tauhid dan Pembagiannya dalam Islam – DalamIslam.com
Tauhid Adalah Aqidah Bawaan Manusia | Almanhaj